fbpx

Tanah menjadi media yang cukup penting sekali bagi makhluk hidup. Makhluk hidup menggantungkan hidupnya dari tanah, misalnya tumbuhan yang hidup pada media tanah serta mencari berbagai keperluan untuk hidup seperti air dan zat hara juga didalam tanah.

Nah dari pada penasaran, langsung saja kita lihat  jenis-jenis tanah di Indonesia lengkap dan mendetail berikut:

Jenis-Jenis Tanah

  1. Tanah Organosol

Proses terbentuknya tanah organosol yaitu dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang sudah membusuk. Biasanya tanah jenis ini sering ditemui di rawa-rawa atau daerah yang selalu tergenang air. Tanah Organosol sendiri dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Tanah Humus, biasanya digunakan sebagai lahan pertanian.
    • Ciri-Ciri : warna kehitaman, mudah basah, sangat subur sehingga cocok untuk pertanian. Mengandung bahan organik.
    • Manfaat : Dijadikan sebagai lahan pertanian karena tanahnya sangat subur.
    • Persebaran : Jawa Tengah, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
  • Tanah Gambut, berikut detail lengkapnya:
    • Ciri-Ciri : Unsur hara rendah , tidak terlalu subur, sangat asam.
    • Manfaat : Untuk pertanian pasang surut
    • Persebaran : Pantai Timur Sumatra, Sulawesi, Halmahera, Kalimantan, Seram, Papua, dan Pantai Selatan.
  1. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)

Tanah aluvial yaitu tanah yang terbentuk dari hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di tempat-tempatn yang memiliki dataran rendah. Termasuk jenis tanah muda dan belum mengalami perkembangan. Detailnya bisa kalian lihat dibawah ini:

  • Ciri-Ciri : peka terhadap erosi, berwarna kelabu
  • Manfaat : bisa dijadikan sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
  • Persebaran: Jawa bagian utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Papua bagian selatan, Halmahera, dan Sumatra
  1. Hidromorf Kelabu

Tanah jenis ini terbentuk karena pengaruh dari faktor lokal yaitu topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air dan memiliki warna kelabu hingga kekuningan.

  1. Tanah Andosol

Tanah andosol terbentuk dari abu vulkanis yang sudah mengalami berbagai proses pelapukan. Untuk lebih detailnya silahkan lihat pada bagian bawah ini:

  • Ciri-Ciri : warna kelabu hingga kekuningan, sangat subur, dan peka terhadap terjadinya erosi.
  • Manfaat : Untuk dijadikan sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau pohon cemara.
  • Persebaran : Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, NTB, Sumatra, Sulawesi.
  1. Tanah Rogosol

Tanah jenis ini terbentuk dari endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar.

  • Ciri-Ciri : memiliki warna kelabu hingga kuning, kadar materi organiknya rendah, berbutir kasar
  • Manfaat : sebagai lahan pertanian seperti padi, palawija, kelapa, dan tebu
  • Persebaran : Lereng Gunung Berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara
  1. Tanah Litosol (Tanah berbatu-batu)

Tanah Litosol terbentuk melalui proses melapuknya batuan beku dan sedimen yang masih belum terlalu baik atau sempurna susunannya, sehingga tanahnya cenderung kasar.

  • Ciri-Ciri : memiliki tekstur yang bervariasi, ada yang bertekstur kasar, berpasir dan memiliki kesuburan yang bervariasi
  • Manfaat : belum dimanfaatkan sepenuhnya
  • Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatra.
  1. Tanah Podzol

Tanah jenis ini terbentuk biasanya pada tempat yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi setiap tahunnya.

  • Ciri-Ciri : tidak terlalu subur, sangat masam, peka terhadap erosi, warna pucat dan mengandung pasir kuarsa yang tinggi.
  • Manfaat : untuk dijadikan pertanian palawija
  • Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, Papua
  1. Tanah Laterit

Tanah ini terbentuk melalui proses hilangnya unsur hara dari dalam tanah dikarenakan dibersihkan oleh air hujan.

  • Ciri-Ciri : memiliki warna coklat kemerah-merahan serta tidak termasuk tanah yang subur
  • Manfaat : dijadikan hutan jati
  • Persebaran : Jawa Barat. pegunungan Kendeng Jawa Tengah. Kediri, Madiun, Nusa Tenggara, Yogyakarta
  1. Tanah Renzina

Tanah Renzina terbentuk melalui proses pelapukan batuan kapur di daerah yang curah hujannya cukup tinggi.

  • Ciri-Ciri : kandungan unsur haranya sedikit sehingga tidak cocok bagi tanaman yang membutuhkan banyak unsur hara, berwarna putih hingga hitam.
  • Manfaat : untuk dijadikan perkebunan palawija dan hutan jati
  • Persebaran : Gunung Kidul, Yogyakarta
  1. Tanah Mediteran

Proses terbentuknya tanah mediteran adalah melalui proses melapuknya batuan keras dan sedimen.

  • Ciri-Ciri : berwarna putih kecoklatan, keras, dan tidak subur
  • Manfaat : untuk pertanian tegalan dan hutan jati
  • Persebaran : Pegunungan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku dan Sumatra

ARTIKEL TERKAIT

Kategori:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Uncategorized

Mau bangun/ gambar rumah dulu?

Sakti desain tempat paling tepat untuk konsultasi….

Uncategorized

INGIN PUNYA RUMAH? 

Daripada buat beli rumah mending mbangun aja.. Punya uang 150 juta atau 600 juta tapi memilih beli rumah daripada bangun rumah sendiri?? Daripada membeli rumah lebih baik membangun rumah sendiri melalui kontraktor konsultan berpengalaman, karena Baca Selengkapnya…

TIM SAKTI DESAIN

Selamat Datang di SAKTI DESAIN

Sakti Desain adalah salah satu merk dagang dari PT Sakti Indah Properti Land yang bergerak di bidang Desain Arsitektur, Kontraktor, Toko Bangunan, Developer Properti, dan Agen Properti. Berdiri sejak tahun 2011