Perbedaan FLPP vs Tapera, Masih Sering di Anggap Sama
Perbedaan FLPP vs Tapera, Masih Sering di Anggap Sama. Banyak orang masih bingung membedakan antara program FLPP dan Tapera. Keduanya sama-sama merupakan inisiatif pemerintah yang dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar lebih mudah memiliki rumah yang layak huni. Meskipun tujuannya serupa, yakni memperluas akses kepemilikan rumah, kedua program ini punya sumber dana, mekanisme, dan cara kerja yang sangat berbeda.

Daftar Konten
Program FLPP
FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah program bantuan pembiayaan rumah yang dananya sepenuhnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan kata lain, pemerintah menyediakan langsung dana subsidi untuk membantu masyarakat membeli rumah. Melalui FLPP, pemerintah memberikan subsidi bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) sehingga cicilan menjadi lebih ringan dan bunganya tetap hanya sekitar 5% sampai masa pelunasan berakhir. Program ini sangat membantu bagi mereka yang memiliki penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan dan belum pernah memiliki rumah. Keuntungan lainnya, calon penerima FLPP tidak perlu menabung terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan manfaatnya; cukup dengan memenuhi syarat penghasilan dan kriteria rumah yang sesuai ketentuan, mereka sudah bisa mengajukan KPR subsidi di bank pelaksana.
Program Tapera
Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat), di sisi lain, memiliki sistem yang berbeda. Tapera bukan berasal dari APBN, melainkan dari iuran atau potongan rutin yang dikumpulkan dari peserta setiap bulan. Artinya, setiap pekerja – baik pegawai negeri maupun pekerja swasta – menyisihkan sebagian kecil dari gajinya sebagai tabungan wajib perumahan. Dana ini kemudian dikelola oleh BP Tapera (Badan Pengelola Tapera). Sistemnya mirip seperti menabung jangka panjang, di mana dana yang terkumpul dari seluruh peserta digunakan untuk membantu pembiayaan perumahan bagi anggota yang memenuhi syarat.
Keunggulan Tapera ada pada sifatnya yang berkelanjutan dan berbasis tabungan. Setelah memenuhi masa kepesertaan tertentu, tabungan yang telah disetorkan bisa dimanfaatkan untuk beberapa pilihan, misalnya untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Bangun Rumah (KBR), atau Kredit Renovasi Rumah. Bagi peserta yang belum memenuhi syarat untuk pembiayaan, dana tersebut tetap aman dan akan dikembalikan berikut hasil pemupukan (imbal hasil) ketika peserta berhenti bekerja, pensiun, atau keluar dari kepesertaan.
Kesimpulannya, perbedaan utama FLPP dan Tapera terletak pada asal dana dan mekanisme penggunaannya. FLPP adalah subsidi langsung dari pemerintah yang bisa segera dimanfaatkan asalkan memenuhi syarat, sementara Tapera berbasis tabungan peserta yang dikelola secara gotong royong dan berorientasi jangka panjang. Dua-duanya bertujuan sama: membantu masyarakat Indonesia memiliki rumah sendiri dengan cara yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.
Jangan lupa cek artikel lainnya di sakti desain. Jika kamu ada pertanyaan dan ingin mengetahui tentang sakti desain, kamu bisa klik banner di bawah ini. Cek juga channel youtube kami Sakti Desain Konsultan, kami membahas tentang rumah seperti desain terbaru, proses pembuatan, perencanaan dan lain-lain.
0 Komentar