Diffuser, Humidifier, atau Purifier? Kenali Perbedaannya Biar Nggak Salah Pilih.

Dipublikasikan oleh Administrator pada

Diffuser, Humidifier, atau Purifier? Kenali Perbedaannya Biar Nggak Salah Pilih. Menciptakan suasana rumah yang nyaman kini semakin mudah dengan banyaknya perangkat elektronik canggih. Namun, seringkali kita bingung membedakan antara diffuser, humidifier, dan air purifier. Meski tampilannya sekilas mirip, ketiganya memiliki fungsi yang sangat berbeda bagi kesehatan dan kualitas udara di ruangan kamu. 

madeforhmns.com 

1. Diffuser vs Humidifier: Wangi atau Lembap? 

Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuannya. Diffuser dirancang khusus untuk menyebarkan aroma terapi (essential oil) ke udara agar ruangan terasa lebih rileks. Alat ini biasanya memiliki kapasitas air yang kecil dan cocok untuk area terbatas seperti meja kerja atau kamar tidur. 

Sementara itu, humidifier bertugas menambah kelembapan udara. Alat ini sangat penting jika kamu sering berada di ruangan ber-AC yang membuat kulit kering dan tenggorokan gatal. Di iklim tropis seperti Indonesia, humidifier sebenarnya tidak selalu wajib kecuali udara di sekitarmu memang sangat kering. 

Ringkasan Perbedaan :  

  • Diffuser: Fokus pada aroma, menggunakan essential oil, kapasitas air kecil. 
  • Humidifier: Fokus pada kelembapan, umumnya hanya menggunakan air, kapasitas tangki besar. 

2. Air Purifier: Solusi Udara Bersih dari Polusi 

Jika diffuser dan humidifier fokus pada “rasa” udara, air purifier fokus pada “kebersihan” udara. Alat ini bekerja dengan cara menghisap udara dan menyaringnya melalui filter HEPA untuk menangkap debu, bulu hewan, polusi, hingga bakteri. 

Menurut panduan dari Mayo Clinic, penggunaan pembersih udara sangat disarankan bagi kamu yang tinggal di area padat polusi atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat alergi dan asma. Purifier tidak membuat ruangan wangi, tapi membuat udara yang kamu hirup jauh lebih sehat. 

3. Bagaimana dengan Dehumidifier? 

Selain tiga alat di atas, ada juga dehumidifier. Berlawanan dengan humidifier, alat ini justru berfungsi untuk menurunkan kelembapan udara. Di Indonesia yang tingkat kelembapannya tinggi, dehumidifier berguna untuk mencegah tumbuhnya jamur pada dinding atau lemari pakaian yang lembap. 

Rekomendasi: Mana yang Harus Kamu Pilih? 

  • Pilih Diffuser jika kamu ingin suasana rumah yang harum dan menenangkan (estetik). 
  • Pilih Humidifier jika kulit kamu terasa sangat kering akibat paparan AC terus-menerus. 
  • Pilih Purifier jika kamu ingin meminimalisir debu dan alergen demi kesehatan pernapasan. 

Kamu bisa mengombinasikan air purifier dan diffuser secara bersamaan untuk mendapatkan udara yang bersih sekaligus wangi. Pastikan saja peletakan perangkat tetap rapi agar estetika ruangan tetap terjaga! 


Jangan lupa cek artikel lainnya di sakti desain. Jika kamu ada pertanyaan dan ingin mengetahui tentang sakti desain, kamu bisa klik banner di bawah ini. Cek juga channel youtube kami Sakti Desain Konsultan, kami membahas tentang rumah seperti desain terbaru, proses pembuatan, perencanaan dan lain-lain.

Sumber Referensi: Healthline, Mayo Clinic, EPA (Environmental Protection Agency). 

Kategori:

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *