Cara Membersihkan Keramik Setelah Selesai Pemasangan/Pembangunan
Cara Membersihkan Keramik Setelah Selesai Pemasangan/Pembangunan. Pasti kamu pernah menatap lantai keramik baru hasil pembangunan hanya untuk menemukan lapisan debu semen, sisa adukan, dan noda mengeras yang menghambat kilau alami keramik? Kondisi ini bukan sekadar mengganggu estetika rumah atau kantor, melainkan juga berpotensi merusak permukaan keramik dan membuat lantai menjadi licin hingga membahayakan penghuni.
Jika dibiarkan, kotoran membandel akan menempel semakin kuat, menyulitkan proses pembersihan dan bahkan bisa menuntut biaya perawatan mahal di kemudian hari. Melalui pemahaman akan teknik pembersihan berikut, diharapkan kamu dapat mengembalikan keindahan keramik pasca pembangunan dengan cepat serta menjaga investasinya agar tetap awet dan aman digunakan. Sebelum itu, kita perlu tahu terlebih dahulu kenapa hal ini menyulitkan.

Daftar Konten
Kenapa Keramik Setelah Pembangunan Sulit Dibersihkan?
Banyak faktor membuat membersihkan keramik usai pembangunan menjadi tantangan:
- Sisa perekat dan nat: Semen dan perekat keramik menempel kuat di sela-sela ubin.
- Debu dan kotoran konstruksi: Partikel debu halus menembus pori keramik meski permukaannya licin.
- Noda kimiawi: Sisa cat, thinner, atau cat semprot bisa meninggalkan noda yang susah hilang.
- Lama pengeringan: Semakin lama sisa semen mengering, semakin susah untuk diangkat tanpa merusak keramik.
Peralatan yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai membersihkan keramik, siapkan peralatan berikut:
- Sikat nilon atau sikat bulu halus
- Sikat kawat (untuk keramik outdoor atau area kasar)
- Ember dan gayung
- Lap mikrofiber atau kain katun bersih
- Cairan pembersih keramik atau campuran cuka dan air (perbandingan 1:1)
- Alat pel (mop) dan kain pel
Pastikan semua peralatan sudah bersih dan siap dipakai. Pakai sarung tangan dan kacamata pelindung supaya tangan dan mata tetap aman dari percikan pembersih kimia.
Pembersihan Awal
Langkah pertama adalah menyingkirkan debu dan kotoran besar:
- Sapukan debu dengan sapu halus atau vacuum cleaner.
- Buang sisa semen yang bergerindil dengan tangan (pakai sarung tangan).
- Siram keramik dengan air bersih agar debu terangkat.
- Gunakan kain atau lap mikrofiber untuk mengelap permukaan kasar.
Tujuan pembersihan awal adalah mengurangi beban kotoran agar proses pembersihan berikutnya lebih efektif dan tidak merusak keramik.
Pembersihan Lanjutan
Setelah pembersihan awal, lanjutkan dengan pembersihan lebih mendalam:
- Campurkan cairan pembersih keramik atau cuka dengan air.
- Basahi permukaan keramik secara merata menggunakan sap atau sprayer.
- Gosok dengan sikat nilon, fokus pada area yang masih kotor atau berkerak.
- Untuk nat keramik, gunakan sikat kawat secara perlahan supaya nat tidak terkikis terlalu dalam.
- Diamkan selama 5–10 menit agar larutan pembersih melarutkan kotoran.
Perhatikan stiker atau petunjuk pada cairan pembersih agar tidak merusak lapisan keramik atau membuatnya jadi licin berlebihan.
Pembersihan Terakhir
Langkah terakhir untuk memastikan keramik benar-benar bersih dan kinclong:
- Bilas seluruh permukaan dengan air bersih hingga busa dan larutan pembersih hilang.
- Gunakan lap mikrofiber kering untuk mengeringkan keramik (anti noda air).
- Pel dengan kain pel bersih agar lantai benar-benar kering.
- Periksa hasil pembersihan. Jika masih ada noda membandel, ulangi proses pembersihan lanjutan secara spot cleaning.
Jangan lupa cek artikel lainnya di sakti desain. Jika kamu ada pertanyaan dan ingin mengetahui tentang sakti desain, kamu bisa klik banner di bawah ini. Cek juga channel youtube kami Sakti Desain Konsultan, kami membahas tentang rumah seperti desain terbaru, proses pembuatan, perencanaan dan lain-lain.
0 Komentar