Beberapa Fakta Pajak Jual Beli Rumah

Pajak jual beli rumah termasuk ke dalam komponen biaya yang perlu kamu perhatikan secara cermat. Dalam aktivitas penjualan maupun pembelian rumah sebagai investasi properti, terdapat penghitungan pajak jual beli rumah yang secara spesifik dibebankan kepada pembeli atau penjual.

Untuk memudahkan kamu yang sedang melakukan penjualan ataupun pembelian rumah, berikut fakta penting terkait pajak jual beli rumah yang harus diketahui dan dipatuhi oleh kedua pihak pada artikel di bawah ini.

Pajak Bumi Bangunan (PBB)

Pajak jual beli rumah yang satu ini juga menjadi tanggung jawab penjual dan harus diselesaikan sebelum hunian dialihkan ke pembeli rumah. Pajak jual beli rumah berupa Pajak Bumi Bangunan (PBB) dibayarkan dalam masa satu tahun dengan besaran sebanyak 0,5% dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP) yang dikalikan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai dasar pengenaan pajak. Adapun, rumah dengan harga di bawah Rp1 milyar dibebankan NJKP sebesar 20% dan rumah dengan harga di atas Rp1 milyar sebanyak 40%.

Biaya Jasa Notaris

Saat melakukan transaksi penjualan, tentu saja kamu memerlukan jasa notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berada di kawasan rumah yang akan dijual. Dalam pengurusannya, notaris akan membebankan biaya baku yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai pajak jual beli rumah. Pihak yang bertanggung jawab dalam membayar pajak jual beli rumah ini adalah penjual.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Jika kamu membeli rumah dari developer yang termasuk sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka kamu memiliki kewajiban untuk membayar pajak jual beli rumah berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% dari harga tanah. Namun, jika kamu membeli rumah dari perorangan yang bukan PKP, maka kamu harus menyetorkan pajak jual beli rumah PPN secara langsung ke Kantor Pajak.

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Sementara itu, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan pajak jual beli rumah yang dibebankan kepada pembeli. Untuk menghitung pajak jual beli rumah BPHTB ini, penghitungan yang diberlakukan sebesar 5% dari harga jual rumah yang dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Besaran NPOPTKP telah ditentukan menurut pemerintah setempat di kawasan rumah yang akan kamu beli.

Pajak Penghasilan (PPh)

PPh atau pajak penghasilan merupakan pembayaran pajak jual beli rumah yang wajib dilakukan oleh pihak penjual yang menerima uang dari hasil transaksi dengan pembeli rumah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2016 tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, jumlah pajak jual beli rumah yang harus dibayarkan sebanyak 2,5% dari harga rumah yang disepakati oleh pihak pembeli dan penjual, serta harus dilunasi sebelum penerbitan Akta Jual Beli (AJB).

Pajak Jual Beli Rumah Bea Balik Nama (BBN)

Selanjutnya adalah pajak jual beli rumah Bea Balik Nama (BBN) yang juga dibayarkan oleh pembeli sebagai upaya untuk proses balik nama pada sertifikat properti dari pihak penjual. Untuk kamu yang beli rumah dari developer, biasanya kepengurusan pajak jual beli rumah BBN dilakukan oleh pihak pengembang tersebut. Sementara, jika pembelian rumah dilakukan secara perorangan, kamu bisa mengurus pajak jual beli rumah BBN secara mandiri atau melalui jasa notaris dengan biaya sebesar 2% dari nilai transaksi pembelian.

Pajak Jual Beli Rumah Pembuatan Akta Jual Beli Rumah

Ada pula biaya pajak jual beli rumah berupa Akta Jual Beli (AJB) yang dibebankan oleh pembeli. Kamu bisa mengurus AJB melalui notaris atau PPAT yang umumnya mematok biaya sekitar 1%. Namun, pajak jual beli rumah ini biasanya bisa dinegosiasikan jika proses pembelian rumah dilakukan dengan harga yang sangat tinggi.

Pajak Jual Beli Rumah Berupa Biaya Pengecekan Sertifikat Rumah

Sebagai pembeli rumah, kamu pun sebaiknya menyiapkan budget khusus sekitar Rp100.000 untuk pengecekan sertifikat rumah yang masih merupakan pajak jual beli rumah. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui legalitas sertifikat rumah yang akan dibeli dan menghindari masalah yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.

ARTIKEL TERKAIT

Kategori:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Uncategorized

Mau bangun/ gambar rumah dulu?

Sakti desain tempat paling tepat untuk konsultasi….

Uncategorized

INGIN PUNYA RUMAH? 

Daripada buat beli rumah mending mbangun aja.. Punya uang 150 juta atau 600 juta tapi memilih beli rumah daripada bangun rumah sendiri?? Daripada membeli rumah lebih baik membangun rumah sendiri melalui kontraktor konsultan berpengalaman, karena Baca Selengkapnya…

TIM SAKTI DESAIN

Selamat Datang di SAKTI DESAIN

Sakti Desain adalah salah satu merk dagang dari PT Sakti Indah Properti Land yang bergerak di bidang Desain Arsitektur, Kontraktor, Toko Bangunan, Developer Properti, dan Agen Properti. Berdiri sejak tahun 2011

×